Showing posts with label journal e-rdc. Show all posts
Showing posts with label journal e-rdc. Show all posts

Friday, March 13, 2009

[journal] 7 hal mematikan yang membuat IT sekuriti Indonesia mengalami kemunduran

22 comments
Terkait dengan "regenerasi" yang merupakan salah satu misi yang di canangkan echo di 2009 pada majalah elektroniknya yaitu ezine, maka gw secara pribadi dan terbuka sengaja menulis mengenai hal ini, tujuannya untuk menjadi lecutan bagi gw pribadi, dan siapapun yang merasa terlecut nantinya :P

IT sekuriti di Indonesia bisa dikatakan mengalami masa kemundurannya saat ini, bukan di lihat dari segi kuantitas tetapi lihatlah dari segi kualitas, bayangkan dengan banyaknya perusahaan sekuriti, badan pendidikan sertifikasi sekuriti, publikasi dan referensi yang tersebar bebas serta teknologi yang semakin canggih tetapi belum cukup membuat gebrakan-gebrakan baru di dunia sekuriti Indonesia. Tanyakanlah pada generasi terdahulu, seberapa sulit jalan yang mereka lalui, seberapa lama waktu dan jenjang yang harus mereka lalui untuk memberikan jaman keemasan dunia IT sekuriti di Indonesia, meskipun dengan jumlah yang sedikit dari segi kuantitas.

Adapun menurut gw, berikut adalah 7 jenis sifat dari para pendatang baru (nantinya akan disebut mereka) yang akan membuat mereka tetap berada di tempat walau seberapa besar usaha, uang, serta "bacotan" telah mereka gembar-gemborkan, dan pastinya ini juga yang membuat Dunia IT sekuriti di Indonesia mengalami kemunduran.

1. Tidak adanya motivasi asli

Lucunya apabila diperhatikan secara seksama kemunculan dan motivasi mereka persis bunglon, serba cepat berubah, hari ini ingin di sebut ini, besok mereka mengaku itu. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya motivasi ataupun keinginan yang mendasari pembelajaran mereka. Kondisi seperti ini secara global sudah sering kita kenal dengan sebutan "krisis identitas", yang wajar di temui saat awal-awal memulai sesuatu (kita semua mengalami itu), tetapi permasalahan muncul karena sampai bertahun-tahun mereka tetaplah mengalami krisis identitas, sampai akhirnya "menyampah" dimana-mana :)

2. Rakus Publisitas dan Money Oriented

Seperti kalau kita kutip dari tulisan crazy consuelo dalam sebuah artikel bertajuk new hacking manifesto dalam salah satu issue yang di rilis phrack
because I do this out of love -- you do it for money.
. Umumnya para pendatang baru sangat amat rakus dengan ketenaran dan uang, di pikiran mereka adalah bagaimana secepatnya menjadi terkenal dan mendapat uang darinya, terserah apakah dengan publikasi sembarangan ke berbagai media massa dan tentunya bagi media massa akan sangat amat menguntungkan, tidak perduli dengan membodohi orang lain dibumbui janji-janji palsu dan pemujian diri sendiri yang sangat amat berlebihan, atau dengan melakukan "vandals" ke berbagai situs tanpa alasan yang jelas... Hey, itu berbeda dengan "cyber war".

3. Skill yang minim plus kemalasan yang besar

Sebagaimana pendatang baru, kemampuan mereka sangatlah minim. "Lack of skill" adalah hal yang lumrah bagi para pemula ditambah luasnya bidang ilmu komputer yang ada kala ini, tetapi yang menjadi permasalahan adalah kemalasan. Tidak adanya motivasi dan kerakusan publisitas membutakan mereka untuk melompat jauh keatas tanpa mau melalui pijakan-pijakan tangga terbawah yang seharusnya merupakan pondasi terpenting.

Sudah dari 2004 gw menulis artikel "F.A.Q for NEWBIES Version 1.0" yang merupakan rangkuman dari berbagai sumber, dan gw harap sedikit banyak bisa menjadi acuan bagi yang mau memulai walau sangat jauh dari sempurna. Tetapi anehnya berkali-kali email yang mampir baik ke mailbox pribadi, pertanyaan di milis juga di hampiri dengan pertanyaan "bagaimana kami memulainya".

4. NATO (No Action Talk Only)

Satu hal yang pasti untuk membuktikan ini, tanyakan pada mereka 1 hal yang hanya membutuhkan jawaban pasti/detil/teknis/poc, maka pastinya mereka akan membuat anda pusing tujuh keliling dengan cerita-cerita tidak pasti dan hampir pasti tidak akan menjawab pertanyaan anda.

Minimnya kemampuan teknis dan konsep dasar membuat mereka kesulitan menjawab/memecahkan berbagai permasalahan, umumnya mereka akan senang mengalihkan atau melemparkan pertanyaan tersebut, dan sedihnya lagi sangat sulit bagi mereka untuk mengakui ketidaktahuan mereka dan mulai belajar, belajar dan belajar.

5. Generasi Instant

Seperti halnya mie instan yang bisa disajikan dengan cepat dan sekejap mata, serta tanggapan public yang sangat memanjakan dengan berbagai tawaran kursus instan, buku-buku yang menyajikan janji-janji instan, melengkapi generasi instan ini, mereka tidak mau perduli dengan proses, mereka hanya ingin secara cepat berada di atas, dan layaknya semua yang instant, apapun itu, maka tidak akan bertahan lama.

6. Terputusnya link

Para pendatang baru umumnya tidak menghargai para pendahulunya, susah sekali memberikan "credit" kepada orang-orang yang telah berjasa bagi mereka, sebagai contoh credit untuk referensi, yang umumnya di klaim sebagai milik pribadi apabila di publikasikan ulang oleh mereka. sifat inilah yang membuat mereka tidak berkembang, karena secara pasti akan di jauhi para pendahulu yang sejatinya membimbing mereka, bahkan kemungkinan terburuk akan menimbulkan konflik, baik internal bahkan meluas.

7. Terlalu Berapi-api dan Sangat amat mudah Putus Asa

Layaknya kata pepatah "air beriak tanda tak dalam" dan "tong kosong nyaring bunyinya" memang terbukti bahwa banyak para pendatang baru yang terkadang berapi-api dalam mengemukakan konsep (dan sedihnya lagi terkadang bukan temuannya) yang apabila konsep tersebut di koreksi (misal: bertentangan dengan dasar keilmuan), akan membuat mereka marah bahkan terkadang berputus asa.

Dan itulah 7 hal yang menurut gw patut untuk di jauhi apabila ingin mulai mendalami IT sekuriti dan kembali memajukan IT khususnya dunia Sekuriti di Indonesia ini. Mudah-mudahan tulisan yang lebih merupakan keprihatinan gw pribadi ini dapat memberikan manfaat bagi diri gw sendiri, serta proses regenerasi di dunia IT sekuriti meskipun sedikit.

Gambar adalah milik cornershopstudios.com

Friday, April 18, 2008

[Journal]Interview the hacker webzine dengan Stallman

0 comments
Sebuah wawancara yang dilakukan oleh Ronald Van den Heetkamp dengan Richard M stalman sangatlah patut untuk kita simak, dimana sekilas tergambar jelas pola pikir dari pencetus sistem operasi GNU/Linux, GNU compiler (GCC), GNU Debugger (GDB) dan aplikasi Emacs yang sangat terkenal. Stallman memulai proyek GNU is Not Unix (GNU) ditahun 1983, dia juga merupakan penggagas lisensi "copyleft", yang termasuk didalamnya GNU General Public License (GPL). Ronald van den heetkamp menulis lengkap wawancara tentang "free software" yang di bumbui sedikit pertanyaan yang berhubungan dengan security dan hacker ini, di situs miliknya The hacker Webzine.

Banyak yang dapat kita pelajari dari wawancara tersbut, salah satunya adalah penjelasan gamblang dari Stallman ketika ditanya tentang ancaman terbesar bagi pengguna internet saat ini, diawali dengan pernyataan bahwa dia bukan merupakan ahli dibidang security, Stallman pun menjawab bahwa ancaman terbesar bagi pengguna internet adalah bukan dari aplikasi yang di install tanpa diketahui kejelasannya (seperti virus, trojan, dsb), tetapi lebih kepada sistem operasi dan aplikasi yang sudah diketahui oleh user terinstall, dia mencontohkan aplikasi "Proprietary" seperti windows, macos, Realplayer, dan flash di ciptakan untuk membatasi dan memata-matai, sebagaimana diketahui bahwa windows dan macOS bahkan diketahui memiliki bakcdoor. Saya cukup sependapat dengan hal ini, aplikasi genuine check, aplikasi remote assistance yang menyala secara otomatis pada windows sudah membuktikan hal tersebut (lalu, apalagi?).

Saat ditanya tentang apakah GNU/linux memiliki masa depan yang lebih baik sebagai sistem operasi desktop maka Stallman mengatakan itu tergantung kepada kita semua, dan dia menjelaskan bahwa GNU/linux bukanlah mainan untuk para "Geek". Ada ratusan bahkan ribuan anak sekolah di spanyol dan india yang menggunakannya di sekolahan umum, dan hanya sedikit dari mereka merupakan "Geeks" serunya lagi. Kemudian Ronald menanyakan tentang hacking kepada Stallman, dengan panjang lebar Stallman menjelaskan
Hacking means exercising playful cleverness. A hacker is a person who is doing that or who generally likes to do that. Hacking doesn't necessarily have to involve computers: you can hack in any medium. And when it does involve computers, it doesn't necessarily relate to security in any way. The idea that "hacking" means "breaking security" was an error made by journalists around 1980. Since that error disparages us hackers, I will not accept it as legitimate. I refer to breaking security as "cracking" and those who do it as "crackers".

Sebuah jawaban yang dia berikan mudah-mudahan dapat menyadarkan kita semua bahwa kita tidak harus tau semuanya, dan jangan pernah berusahan untuk menjawab hal yang tidak kita kuasai karena hal itu akan membuat kita terlihat semakin bodoh. Saat diberikan satu pertanyaan oleh Ronald, maka dengan jujur Stallman menjawab bahwa itu bukanlah keahliannya. (meskipun saya yakin dia pantas untuk menjawabnya dan mudah-mudahan banyak "pakar" dapat belajar dari hal ini ;))
Ronald: What is the biggest mistake in the design of the Internet?
Stallman: That is outside my expertise, so I have nothing to say.

Untuk mengetahui lebih jelas wawancara tersebut anda bisa berkunjung ke Interview with Stallman.

sumber: journal e-rdc.org


Monday, March 31, 2008

[Journal] Blok konten Porno berujung Rusuh?

3 comments
Sebenarnya ini adalah urusan yang sedehana; "mem-block konten porno". Siapa yang tidak setuju? saya individu setuju 100% dengan hal ini, tetapi kejadian ini semakin memburuk dengan statement dari salah satu individu serta ke-tidak ahlian media yang ada menyikapi statement tersebut yang kemudian menuduh hacker dan blogger sebagai pihak yang akan menolak keras hal ini, dan akhirnya malah meruncing dengan di "deface"-nya situs MENKOMINFO dan GOLKAR oleh individu yang tidak mengaku hacker dan blogger.

Beberapa hari yang lalu, echo|zine (sebuah majalah underground; independent yang sudah terbit sejak 2003) merilis sebuah wawancara kontroversial dengan "pelaku" tindakan "defacement" tersebut, hal ini juga tidak kami rencanakan, karena dimalam sebelum kami merilis echo|zine issue #18 tersebut kami dengan tidak mengharapkan apapun (kecuali kejelasan di kedua belah pihak; agar berimbang) mengirimkan sebuah email tawaran "interview" dengan pelaku, caranya pun cukup sederhana: Kami hanya menghubungi email (siapakah.akyu@yahoo.com) yang selalu di tinggalkan dengan suatu alasan (kami rasa) oleh pelaku pada gambar yang dia tampilkan dalam tindakan "defacing"nya, dan dengan tidak kami sangka pelaku pun menerima dan membalas interview kami sehingga pada saat-saat terakhir kami ikutkan untuk di rilis di echo|zine (dengan terlebih dahulu diskusi yang kami lakukan secara internal).

Tidak ada motif terselubung dibalik di rilisnya wawancara ini, motif satu-satunya adalah ingin mengetahui apa alasan dari pelaku terhadap tindakannya tersebut, dan mudah-mudahan mengurangi opini-opini kita yang malah terkadang berusaha berpikir jauh bahkan menghakimi tanpa perimbangan media. Dengan wawancara ini pula kami tidak ada maksud membenarkan apapun yang dilakukan oleh individu tersebut tetapi mudah-mudahan memberikan pelajaran bagi kita semua dalam bersikap dan mengemukakan pendapat. (ex: cara pelaku menggunggkapkan pendapat melalui tindakan mendeface atau seorang "pakar" yang bolak-balik menuduh dan memperkeruh suasana,
silahkan pilih cara anda ?)

Hasil wawancara ini cukup menjadi perbincangan hangat di berbagai forum dan mailing-list, bahkan beberapa individu mengkhawatirkan keberadaan echo yang hampir tidak "anonymous", (yup, kami bahkan sering berdiskusi di hadapan publik baik dalam bentuk seminar, demo, dan acara opensource lainnya) akan berujung kepada suatu hal yang tidak diinginkan. Baiklah, kami jelaskan disini alasan kami tidak berlaku "anonymous" (sebagian staff tetap berlaku anonymous karena alasan pribadi yang kami hormati) sejak 3 tahun terakhir adalah dikarenakan kami ingin di anggap "eksis" oleh seluruh komunitas, kami boleh saja berjiwa "underground" tetapi apa yang kami lakukan kami harap dapat di pertanggung-jawabkan. Banyak sekali komunitas underground yang eksis (secara underground) di indonesia, tetapi karena tidak ada individu/pihak yang "dikenal" maka terkadang mereka semakin di-underground"-kan bahkan tidak di anggap karena ketidakjelasan komunitas dan individu itu sendiri.

Disinilah, kami yang memiliki media berupa majalah elektronik, setidaknya kami harap dapat mewakili komunitas underground dan berusaha untuk secara jujur dan "terang-terangan" memberikan semampu kami, sehingga media ini (echo|zine) tidak hanya menjadi saluran informasi teknikal atau di hiasi dengan barisan kode pemrograman, tetapi juga diisi ide-ide serta berita-berita yang up-to-date terhadap perkembangan dunia kita (MAYA).

Dan jika anda bertanya saran apa yang bisa saya berikan menanggapi hal itu (block konten porno), maka kami cuma bisa senada dengan Bpk. Budi Rahardjo serta Kang onno yang baru baru ini bahkan mengirimkan cara-cara untuk melakukan blocking terhadap konten/situs-situs yang tidak disukai (bukan hanya porno) ke banyak mailing list, adapun Budi Rahardjo dalam blognya menulis

-"Ada kasus dimana orang (yang dikhawatirkan adalah anak-anak) secara tidak sengaja masuk ke situs pornografi. Solusi untuk ini adalah menyediakan proxy yang bebas dari pornografi dan kekerasan. Jadi sifatnya adalah optional atau pilihan. Nah, Pemerintah bisa mendanai inisiatif atau proyek proxy bebas pornografi ini. Bagi yang menginginkan hal ini, tinggal set proxynya ke layanan ini. Bukankah ini lebih elegan?"

Saya menilai apabila pemerintah dengan secara "paksa" menjalankan rencana ini tanpa perhitungan yang matang pun tidak ada rakyat yang bisa melarangnya (kecuali TUHAN), tetapi cobalah dipikirkan berapa banyak dana keringat rakyat/pajak) yang di kucurkan serta menyiapkan sumber daya yang kompeten dalam waktu singkat, saya cukup sepaham dengan Pak M.Nuh selaku Menkominfo yang menanggapi hal ini secara logis dengan pernyataan bahwa untuk melakukan blocking tidak harus 100%" disebuah media elektornik, berbeda dengan gembar-gembor yang disebarkan berbagai pihak, belum lagi isu dana yang akan di habiskan pemerintah serta pendapat dari individu yang menyampaikan metode untuk "memonopoli internet" sampai kepada penuduhan blogger dan hacker yang jelas-jelas MEMPERKERUH SUASANA.

Harapan dari kami (dan saya rasa kita semua) adalah yang terbaik buat bangsa ini, peraturan ini saya rasa di ciptakan untuk membuat sesuatu lebih baik dan bermanfaat untuk menciptakan generasi-generasi yang handal bagi bangsa ini khususnya di bidang IT. Ingat, negara lain sudah melakukan latihan perang cyber dan bahkan beberapa negara di infokan sudah melakukan perang cyber. Lalu, Bagaimana Indonesia ?

Friday, November 30, 2007

[journal e-rdc] Log; pintu lain menuju sistem.

0 comments
Tepat 1 minggu lalu, seorang teman bernama Luca dari Romania menulis sebuah "entry" pada blognya, tentang suksesnya ia melakukan serangan Cross Sites Scripting (XSS) pada sebuah aplikasi web dengan meminjam error log yang di munculkan oleh mysql, inilah salah satu penyebab mengapa "membiarkan development state equiptment/procedure berjalan di production machine sangatlah terlarang!". Awalnya, luca melakukan SQL injection dan berhasil, lalu pembuat aplikasi menambahkan fungsi mysql_real_escape_string untuk melakukan perlindungan, tetapi tetap membiarkan pesan error di tampilkan, dan Luca berhasil mengeksploitasinya menggunakan unusual XSS vector.

Error log tidak hanya memberikan informasi tabel/field yang anda butuhkan untuk melakukan injeksi, Error log tidak hanya memberikan path lengkap suatu direktori yang lebih kita kenal dengah "Full path Disclousure", tetapi Log adalah sesuatu yang bisa "dimanfaatkan" dan di manipulasi.

Beberapa tahun yang lalu; bagi mereka yang "memperhatikan"; Rgod yang kerap mengeluarkan exploits dan advisory untuk aplikasi web memakai satu metode untuk melakukan injeksi memanfaatkan log files. Rgod memanipulasi web server (httpd) error_log untuk kemudian dimanfaatkan melakukan Log Injection/Local File Inclusion, dikarenakan perlindungan yang dilakukan oleh (sebut saja) PHP dengan tidak mengijinkan aplikasi web untuk menampilkan halaman web dari URL lain (Remote file inclusion), misal saja dengan mematikan allow_url_fopen dan allow_url_include.

Sudah sangat lama, K-159 dan Saya melakukan riset secara mendalam mengenai Log Injection ini, dan berharap menciptakan pengembangan lebih lanjut. Bahkan K-159 pernah "berjanji" untuk menuliskannya dalam sebuah artikel yang akan di rilis dalam salah satu terbitan echo zine, tetapi sangat disayangkan, karena kesibukan beliau maka artikel tersebut masih berbentuk "notes" dalam sebuah file notepad (mudah-mudahan akan dapat diselesaikan ) :)

2 kasus diatas adalah salah satu contoh yang nyata, bahwa ekploitasi tidak terhenti pada hasil yang diberikan oleh aplikasi, eksploitsi tidak hanya berhenti pada saat attacker yang tadinya mengharapkan hasil "A" dan menemukan bahwa aplikasi tidak akan memberikan hasil "A" dan ternyata aplikasi tersebut dengan bangganya maah menyimpan detail "laporan" penolakan tersebut ke dalam sebuah catatan.

Catatan tersebut adalah suatu file yang bebas di ubah, dimodifikasi bahkan di akses oleh aplikasi, karena umumnya dimiliki secara "PENUH" untuk di kontrol oleh aplikasi yang merupakan pemiliknya. Sasarannya semakin berubah, karena kali ini tujuannya adalah mengeksploitasi file-file/fungsi-fungsi yang mencatat aktifitas dari aplikasi, yang lebih kita kenal dengan file log, lalu apa yang salah? .

Setidaknya inilah pertanyaan yang saya tinggalkan buat anda, silahkan berfikir dan jika anda adalah sang "pencari tahu" (the curious one) maka akan banyak ide yang akan anda munculkan.

Wednesday, September 26, 2007

journal: Dilema masa depan GNU/Linux

4 comments
Sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Don Reisinger dari CNET News.com berjudul "linux and its identity crisis", yang kurang lebih memberikan gambaran kepada kita semua tentang apa yang terjadi saat ini, terkait dengan masa depan sistem operasi GNU/Linux. Artikel ini juga untuk memberikan gambaran tentang permasalahan yang terjadi pada komunitas linux, khususnya antara Linus dan "sekutu"nya v.s Con Colivas beserta para suksesor linux mainstream.

Jika mengingat wawancara yang pernah di lakukan oleh ITbusiness kepada Linus (baca Interview Dengan Linus; Kenapa kita cinta Linus) beberapa waktu yang lalu, maka kita akan mengetahui pandangan Linus tentang sistem operasi GNU/Linux kedepan. Sedangkan berita yang sangat kontroversi tentang Con colivas adalah saat dia memutuskan untuk berhenti mendevelop kernel untuk GNU/linux.

Kembali ke artikel yang di tulis oleh Don tersebut, maka Don menyatakan bahwa dengan adanya 2 perbedaan pendapat ini, kemungkinan akan tercipta 3 pilihan arah untuk GNU/Linux di masa depan: Tetap "geeky" dan hanya memiliki daya tarik bagi para ahli teknologi diantara kita; menjadi layaknya sistem operasi propietary (MS dan apple) dengan meninggalkan keterikatan fungsi khusus (advanced) dan kehandalan kernel (kustomisasi); bersiap untuk adanya perang sipil antara kedua pihak yang mungkin mengakibatkan kehancuran linux itu sendiri.

Pernyataan dari pihak-pihak yang menyetujui apa yang dipilih Torvalds adalah bahwa Linux merupakan yang terbaik karena tetap berpegang teguh pada ide awalnya dan tidak mengorbankan Fungsi dan kegunaaan khususnya, hanya agar dapat digunakan oleh seorang nenek. Sementara pihak "Mainstream" beranggapan bahwa linux berada di posisi yang unik saat ini (dengan ubuntu yang meng"kapitalisasi" pasar konsumen) dan menjadi alternatif bagi penguna kebanyakan selain MAC OS X dan windows.

Don mengungkapkan pendapatnya yang menyetujui apabila beberapa distribusi GNU/Linux sudah siap untuk "bersaing", tetapi umumnya mereka melupakan apa yang membuat Linux hebat: "security, advanced functionality dan outstanding usability". Don juga menyatakan bahwa linux tidak seharusnya "mengikuti tren" (mainstream) -- tetapi harus tetap pada "akar"nya dan tetaplah Linux.

Don juga membahas pendapat Walt Mossberg pada "The Wall Street Journal" yang mereview tentang ubuntu pada mesin Dell, Walt menjelaskan bahwa terlalu banyak masalah yang di timbulkan untuk sebagian besar komsumen. Dan kemungkinan ini adalah akhir dari ubuntu di mesin Dell. Tetapi, Don menganggap bahwa Walt mossberg benar-- Linux bukanlah untuk mengikuti tren (mainstream). Mengapa? jika kita ingin menggunakan sistem yang tidak stabil, maka kita bisa saja membeli Windows, dan jika ingin mendapatkan sistem operasi dengan desain yang cantik dan sedikit fungsi yang menyerupai Linux, kita bisa saja membeli Mac.

Don juga menuliskan bahwa pada awal Linux di ciptakan, Linux adalah alternatif, suatu pilihan lain. Saat Torvald pertama kali memulai apa yang akhirnya dikenal dengan Linux, dia tidak pernah berkeinginan untuk menjadikannya "mainstream" atau menjadi salah satu sistem operasi seperti Windows atau Mac OS X; dia hanya menginginkan linux menjadi tempat menumpahkan semua ekspresi bagi mereka-mereka yang berkecimpung di dunia teknologi dan mencari sesuatu yang tidak terdapat di sistem Operasi yang beredar di pasaran. Pada kenyataannya, hal inilah yang mengakibatkan linux semakin berkembang dan di perhitungkan.

Masih menurut Don, komunitas Linux adalah komunitas/grup yang sangat menarik. Lebih Mirip sebuah Negara Republik dan Demokratis, Komunitas umumnya di dominasi dua faktor dengan dua buah ide yang sama sekali berbeda. Pihak konservatif menginginkan Linux tetaplah menjadi Linux, sedang pihak liberal ingin "membuat uang". Don menyebut dirinya tidak keberatan untuk di masukkan ke golongan konservatif, atau apapun, asal bukan liberal. Lebih ekstrim lagi Don menyinggung soal pihak liberal yang berdalih bahwa tujuan mereka adalah untuk membawa linux langsung ke konsumen, dan tidak hanya ke perusahaan-perusahaan besar adalah suatu kebohongan, don menyebutkan bahwa intinya tetap adalah uang.

Dengan tegas Don menulis bahwa sejarah membuktikan Linux tidak pernah bermotivasikan "karena Uang", jadi, mengapa harus dimulai sekarang? Linux adalah Linux (adalah Linux), hentikan segala usaha untuk membuat Linux menjadi "mainstream" dan biarkan Linux berjalan apa-adanya sebagai salah satu advanced operating system terbaik di industri.