
Sebagaimana kita semua ketahui,
Gentoo Linux adalah suatu distribusi GNU/Linux yang memakai
source sebagai paket software, dan inilah yang menjadi suatu kelebihan dan mungkin buat sebagian orang malah menganggap sebagai
kekurangannya. Berbeda dengan distribusi lainnya, sebagai contoh: Debian dan
Ubuntu yang menggunakan .deb paket, Mandrake menggunakan .rpm paket, dsb.
Dari sejarahnya (sumber wikipedia), Gentoo linux adalah distro pertama yang melakukan optimasi peningkatan kecepatan kompilasi GCC sampai 10% lebih, dan akhirnya
secara resmi modifikasi GCC milik Gentoo (Enoch kala itu) di jadikan bagian dari GCC dan digunakan secara luas oleh distribusi lainnya.
Adapun salah satu kelebihan dari sistem pemaketannya, maka Gentoo dapat dioptimisasi dan dikustomisasi untuk hampir segala jenis aplikasi atau kegunaan sesuai dengan hardware dan arsitektur mesin yang dimiliki. Dengan kemampuan adaptasi Gentoo yang hampir tidak ada batasnya, maka Gentoo GNU/Linux sering disebut juga sebagai MetaDistribusi.
Kalo dari saya selaku pribadi, memilih
gentoo sebagai distribusi yang digunakan dikarenakan berbagai alasan, hanya ingin
bernostalgia, senang
troubleshoot, ingin
belajar gnu/linux lebih dalam, sudah tidak tau mo ngapain lagi dengan distribusi lain yang menjadi "sangat cantik" kala ini, tetapi juga karena ingin merasakan update aplikasi yang relatif lebih cepat khususnya bagi para developer yang merilis dalam bentuk "
source" sampai membuat
skrip kompilasi sendiri.
Disamping berbagai kelebihan yang didapatkan, ada satu titik lemah yang tidak bisa saya pungkiri, yaitu "waktu" kompilasi (saya menghabiskan hampir 10 jam untuk mengkompilasi Paket lengkap
Openoffice , dan lebih lama lagi untuk versi sebelumnya sewaktu belum saya optimasi). Untuk itu banyak sekali tips yang dapat digunakan untuk mempercepat proses kompilasi dengan cara mengoptimasi mesin/compiler/environtment yang kita miliki.
Berikut adalah dua buah tips yang saya anggap kritikal untuk dilakukan
1. CFLAGS

CFLAGS adalah
C compiler flags, umumnya merupakan opsi dari GCC (GNU Compiler Collection). CFLAGS digunakan untuk mengkustomisasi dan mengoptimasi aplikasi dari
source. CFLAGS umumnya digunakan untuk mendefinisikan arsitektur dari komputer/mesin yang dimiliki, semisal CPU yang digunakan and opsi spesial lainnya. Daftar CFLAGS untuk Gentoo GNU/Linux telah dibuatkan di
Safe CFLAGs Guide. (saat ini situs
gentoo-wiki sedang tidak aktif, anda dapat mengakses
cache-nya di google). Untuk komputer saya (Lenovo R60) yang berprocessor Intel Core Duo (
silahkan anda sesuaikan dengan arsitektur anda), maka cukup mengubah CFLAGS di
/etc/make.conf menjadi
CHOST="i686-pc-linux-gnu"
CFLAGS="-march=prescott -O2 -pipe -fomit-frame-pointer"
CXXFLAGS="${CFLAGS}"

2. CCACHE
CCACHE adalah cache yang digunakan oleh kompiler, efeknya akan meningkatkan kecepatan kompilasi
5-10 kali lebih cepat pada saat kompilasi berikutnya, CCAHE akan melakukan
caching kompilasi sebelumnya dan mendeteksi apabila jenis kompilasi yang sama dilakukan lagi (dan ini sangat sering terjadi pada penginstallan aplikasi di Gentoo).
Proses installasi
# emerge --version
Portage 2.2_rc12 (default/linux/x86/2008.0/desktop, gcc-4.3.2, glibc-2.8_p20080602-r0, 2.6.25-gentoo-r5 i686)
# emerge -av dev-util/ccache
# emerge --info | grep CHOST
CHOST="i686-pc-linux-gnu"
# ccache-config --install-links i686-pc-linux-gnu
tambahkan ke
/etc/make.conf untuk konfigurasi
FEATURES="ccache"
CCACHE_DIR="/var/tmp/ccache"
CCACHE_SIZE="976.6M"
Selanjutnya tinggal memeriksa apakah cache anda berjalan dengan perintah
"ccache -s".
Selamat mencoba, enjoy(tm) :)