Showing posts sorted by relevance for query gentoo. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query gentoo. Sort by date Show all posts

Monday, October 12, 2009

RT @Gentoo Blog: Happy Tenth Birthday, Gentoo!

3 comments
Happy Tenth Birthday, Gentoo!

Update Gentoo Live DVD 10.1

Gentoo Linux is proud to announce the immediate availability of a new,
special edition LiveDVD
to celebrate this monumental occasion. The LiveDVD
features a superb list of packages, some of which are listed below.



  • System packages include: Linux Kernel 2.6.30 (with gentoo patches),
    Accessibility Support with Speakup 3.1.3, BASH 4.0, GLIBC 2.9, GCC 4.3.2.
    Binutils 2.18, Python 2.6.2, Perl 5.8.8, and more.
  • Desktop Environments and window managers include: KDE 4.3.1, GNOME
    2.26.3, Xfce 4.6.1, Enlightenment 0.16.8.15, Openbox 3.4.7.2, Fluxbox 1.1.1,
    TWM 1.0.4, and more.
  • Office, graphics, and productivity applications include: OpenOffice
    3.1.1, G/Vim 7.2.182, Abiword 2.6.4, GNUCash 2.2.9, Scribus 1.3.3.11, GIMP
    2.6.4, Inkscape 0.46, Blender 2.49a, XSane 0.996, and much more.
  • Web browsers include: Mozilla Firefox (Minefield) 3.5.3, Arora
    0.7.11, Opera 10.0, Epiphany 2.26.3, Galeon 2.0.4, Seamonkey 1.1.17, and
    other favorites.
  • Communication tools include: Pidgin 2.5.9, Quassel 0.5, Mozilla
    Thunderbird 2.0.23, Claws Mail 3.7.2, Ekiga 2.0.12, Qtwitter 0.7.1, irssi
    0.8.13, and many more.
  • Multimedia applications include: Amarok 2.1.1, MPlayer 1.0_rc4,
    DvdAuthor 0.6.14, LAME 3.98.2, FFMPEG 0.5_p19928, GNOME-MPlayer 0.9.7,
    SMPlayer 0.6.6, and several others.
The Gentoo-Ten LiveDVD is available in two flavors, a hybrid x86/x86_64
version, and an x86_64-only version. The livedvd-x86-amd64-32ul-10.0 will work on x86 or
x86_64. If your arch is x86, then boot with the default gentoo kernel. If
your arch is amd64 boot with the gentoo64 kernel. This means you can boot a 64bit kernel and install a customized 64bit userland while using the provided 32bit userland. The livedvd-amd64-multilib-10.0 version is for x86_64 only.


Please select your architecture to be redirected to a mirror for download: x86 amd64

A FAQ is available to assist you. We have also started a thread in our Forum. Please post any bugs you encounter.

In addition, we have some exceptional new artwork from Ben Stedman, and Gentoo Developer Alex Legler.

Thank you for your continued support,
Gentoo Linux Developers, The Gentoo Linux Foundation, and The Gentoo-Ten Project

Kinda late, but why bother ... hurry up grab your 10.0 gentoo dvd RT @Gentoo Blog: Happy Tenth Birthday, Gentoo!

Sunday, April 12, 2009

Tutor lengkap upgrade Gentoo 2007.0 ke rilis terbaru

14 comments
Rilis terakhir gentoo sebenarnya adalah Rilis 2008.0 pada juli tahun lalu, dan ini sekaligus menjadi "starting point" terdekat untuk memulai menggunakan gentoo. Sebagaimana keunikan gentoo yang tidak memiliki versi rilis terpisah (seperti distro lainnya), dalam artian tinggal pilih "starting point" selanjutnya tinggal melakukan update menggunakan gentoo package manager seperti portage yang menjadi default, paludis ataupun pkgcore.

Nah, kisah ini dimulai saat neo-venom gw yang kala itu telah ber-kernel 2.6.29 mengalami masalah, ya yang menurut hasil investigasi gw, masalah kompleks ini yang melibatkan hardisk gw. Detil gejalanya adalah sebagai berikut, setelah mesin gw sukses melakukan booting kernel, maka selanjutnya kernel harusnya akan me-load initramfs, nah saat akan melakukan hal inilah, sang kernel menemukan kebingungan, karena beliau tidak menemukan root block device. Banyak jurus yang sudah gw lakukan, dari mengkopi lengkap kernel, sytem-map dan intiramfs dari suksesnya menjalankan live-cd, melakukan mount manual ke partisi /root, melakukan chrooted dan kompile kernel ulang, melakukan perbaikan filesystem dengan fsck, satu yang tidak berhasil dan merupakan hasil diskusi dengan the_hydra adalah mengkompilasi ulang initramfs :(

Sekarang, mau tau apakah tersangkanya?, tersangkanya adalah file truecrypt yang gw mount ke satu partisi windows (ntfs) yang berjalan sebagai guest di vmware (ber-filesystem ext3) gw yang terletak di sebuah partisi ntfs (yang akan di mount gentoo gw dengan ntfs-3g, otomatis via /etc/fstab) windows xp dual-boot gw, oleh karena satu dan lain hal di suatu waktu gw main matikan saja itu neo-venom. Jadi, bukan maksud hati gw membuat ini terkesan berliku-liku, tetapi begitulah keadaannya :P

Karena keterbatasan jutsu gw, maka gw tidak berhasil untuk menyembuhkannya, gw tidak terlalu mengkuatirkan data-data gw, karena mereka aman di fileserver, di hardisk eksternal gw dan juga di partisi /home, juga gw tidak terlalu khawatir dengan berbagai konfigurasi, toh gw tinggal salin direktori "/etc", "/home", "/usr/portage" dsb, maka beres. Permasalahan sesungguhnya apabila gw menginstall ulang gentoo gw adalah waktu dan effort yang di perlukan untuk mem-build semua paket. Ya sudahlah, emang gw lagi apes dan hati gw sudah kekunci dengan gentoo, jadilah perjalanan panjang ini (1 minggu).

Pertama-tama, gw pilih 2008.0 sebagai permulaan, dan ternyata XFCE sudah menjadi satu-satunya pilihan desktop manager yang disediakan, gw tidak ada permusuhan dengan xfce, tetapi rasanya gnome lebih memenuhi kriteria yang gw butuhkan, jadi gw pilih balik mundur menggunakan cd gentoo 2007.0 yang men-default-kan gnome sebagai desktop manager untuk menjadi permulaan, dan ternyata ini bukanlah pilihan yang terbaik, karena apa? perlu banyak usaha, google, dan jurus-jurus yang di keluarkan untuk menghasilkan gentoo yang seharusnya (rilis terakhir), khususnya untuk arsitektur neo-venom gw. Untuk mempermudah siapapun yang membutuhkan untuk melakukan upgrade dari 2007.0, maka gw bubuhi postingan ini dengan langkah-langkahnya.

Adapun link yang gw temui cukup membantu, tetapi tidak semuanya bisa langsung di aplikasikan adalah:

1. http://blog.jolexa.net/2009/03/25/gentoo-tips-to-upgrade-your-really-old-installation

Dan berikut ini adalah 2 buah link yang berisi kumpulan percobaan gw dengan gentoo,

2. Koleksi postingan tentang gentoo di blog gw
3. Petunjuk troubleshoot gentoo di neo-venom

Ok, here are the Jutsu to Upgrade your Gentoo from 2007.0 to the current release :)
Pertama-tama untuk mempercepat proses build kita nantinya, adalah hal yang wajib untuk terlebih dahulu melakukan optimasi kompilasi, Selanjutnya tinggal melakukan:

#emerge sync

upgrade profile ke 2008.0 dengan,
# eselect profile set (nomer profile 2008.0)

Kemudian build paket portage terbaru dengan,
# emerge portage
dan apabila anda menemukan error yang berkaitan dengan paket python, maka anda harus mem-build python terlebih dahulu, tetapi yang menjadi masalah adalah bahwa untuk mengkompilasi python terbaru anda butuh paket portage terbaru, dan begitu pula sebaliknya (hayoo :(), maka satu-satunya cara adalah membangun python dengan tanpa ketergantungan dengan portage.

#emerge --nodep python
#emerge portage
#emerge lzma-utils bash


Kemudian untuk memperbaiki ss/com_err/e2fsprogs/e2fsprogs-libs blocker, lakukan
#emerge -f e2fsprogs e2fsprogs-libs
#emerge -C ss com_err e2fsprogs
#emerge e2fsprogs
#hash -r

Untuk mengatasi mktemp/coreutils/util-linux blocker, lakukan
#emerge -C mktemp util-linux
#emerge coreutils util-linux
#hash -r


Apabila menemukan error "file collision(s)" (yang akan sering ditemui) maka gunakan opsi IGNORE, sebagai contoh menemukan error tersebut saat akan mem-build e2fsprogs
#COLLISION_IGNORE="/usr" emerge -av e2fsprogs

Kemudian lakukan build ulang system dan world. Untuk memudahkan, berikut skrip sederhana dari hasil googling yang akan melakukan auto resume apabila ada proses emerge yang gagal

#for type in system world ; do
emerge -e ${type}
while [ $? -gt 0 ]; do
emerge --resume -e ${type}
done
done

Tips n trick

1. Gunakan flag USE, untuk (tidak) meng-"include"-kan suatu aplikasi ke aplikasi lain, sebagai contoh:
Apabila ditemui error saat php menjadi default untuk di ikutkan saat membangun gnome, untuk mengatasinya gunakan

#USE=-php emerge gnome atau,
#echo "gnome-base/gnome -php" > /etc/portage/package.use

2. Jalankan "module-rebuild rebuild" selesai melakukan kompilasi kernel
3. Mengeksekusi program "revdep-rebuild"
4. Sebaiknya mem-backup konfigurasi file anda, sepeti xorg.conf, make.conf, dkk :P
Ok, sekarang neo-venom gw telah sembuh seperti sediakala, petunjuk ini untuk mereka yang mau mencoba dan sangat amat disarankan bagi yang memiliki waktu luang :). Terbukti, gw butuh waktu lebih kurang 1 minggu (memanfaatkan sisa waktu kerja, dan aktifitas penting lainnya) untuk membangun ulang gentoo gw untuk menjadi sedikit sama atau mungkin sedikit lebih baik dari sebelumnya.

Mudah-mudahan bermanfaat :)

Gambar adalah properti http://www.nixbasics.com

Sunday, May 09, 2010

Gentoo pwn3d Snow Leopard

2 comments
Sebenarnya sudah lama juga baca-baca soal Gentoo Prefix ini, tetapi belum juga kesampaian untuk mencobanya, sampai akhirnya pagi ini baru ada waktu lowong sambil ngerjain pekerjaan listrik-melistrik :lol: dan juga baru selesai nge-backup ke TimeMachine sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak mencobanya.

Gentoo Prefix adalah salah satu projekt yang bertujuan agar sistem operasi Gentoo khususnya package manager (portage) yang dimiliki oleh Gentoo dapat di nikmati di berbagai Arsitektur dan sistem operasi lain, Sejauh ini Gentoo Prefix telah berjalan di Mac OS X (PPC atau intel), Linux (x86, x86_64 dan ia64), Solaris 10 (Sparc, Sparc/64, x86 dan x86_64), FreeBSD (x86), AIX (PPC), Interix (x86), Windows (x86 dengan Interix) and HP-UX (PARISC dan ia64)

Adapun kelebihan yang menonjol dari Gentoo Prefix, selain karena ini Gentoo :) adalah:

  1. Memberikan dukungan userland dari berbagai Tools GNU di berbagai sistem operasi (sed, awk, grep, tar, dsb)
  2. Installasi aplikasi tidak akan merusak host OS 
  3. Kemampuan Instalasi dan operasi tanpa Privilige Administratif
  4. Untuk meng-uninstall-nya cukup dengan menghapus (rm -rf) Prefix direktori ($EPREFIX)
Cara instalasi untuk OSX di jabarkan dengan jelas di sini, gw membutuhkan waktu lebih kurang 8 jam untuk melakukan instalasi (bagi anda yang tpernah melakukan instalasi Gentoo, hal ini tidaklah aneh dan masih termasuk waktu yang cepat :P), tetapi hal ini juga dikarenakan koneksi super cepot yang gw miliki :P (mungkin bagi pemilik koneksi super cepat akan lebih cepat) serta Lebih kurang 1 GB alokasi space.

Baiklah, agar lebih mudah untuk dimengerti sebagai contoh sederhana adalah instalasi Aplikasi Nikto yang tidak terdapat pada MacPort tree, meskipun kita bisa saja melakukan instalasi/kompilasi aplikasi tersebut secara manual. 


Tetapi, dikarenakan nikto terdapat pada Portage Tree milik Gentoo (prefix) maka kita cukup melakukan emerge paket Nikto, dan kita juga pahami disini bahwa eksekusi nikto hanya dan akan berjalan di Prefix ($EPREFIX) yang sudah kita tentukan. Gentoo Prefix, juga merupakan salah satu Alternatif selain MacPort, dan Fink.

Dan tentunya banyak lagi hal-hal yang bisa anda eksplorasi karena anda memiliki sistem operasi Gentoo didalam Snow Leopard anda :). Layak untuk di coba khususnya untuk anda yang merasa rindu dengan Gentoo :)

Tuesday, October 21, 2008

Gentoo: mempercepat proses kompilasi

7 comments
Sebagaimana kita semua ketahui, Gentoo Linux adalah suatu distribusi GNU/Linux yang memakai source sebagai paket software, dan inilah yang menjadi suatu kelebihan dan mungkin buat sebagian orang malah menganggap sebagai kekurangannya. Berbeda dengan distribusi lainnya, sebagai contoh: Debian dan Ubuntu yang menggunakan .deb paket, Mandrake menggunakan .rpm paket, dsb.

Dari sejarahnya (sumber wikipedia), Gentoo linux adalah distro pertama yang melakukan optimasi peningkatan kecepatan kompilasi GCC sampai 10% lebih, dan akhirnya secara resmi modifikasi GCC milik Gentoo (Enoch kala itu) di jadikan bagian dari GCC dan digunakan secara luas oleh distribusi lainnya.

Adapun salah satu kelebihan dari sistem pemaketannya, maka Gentoo dapat dioptimisasi dan dikustomisasi untuk hampir segala jenis aplikasi atau kegunaan sesuai dengan hardware dan arsitektur mesin yang dimiliki. Dengan kemampuan adaptasi Gentoo yang hampir tidak ada batasnya, maka Gentoo GNU/Linux sering disebut juga sebagai MetaDistribusi.

Kalo dari saya selaku pribadi, memilih gentoo sebagai distribusi yang digunakan dikarenakan berbagai alasan, hanya ingin bernostalgia, senang troubleshoot, ingin belajar gnu/linux lebih dalam, sudah tidak tau mo ngapain lagi dengan distribusi lain yang menjadi "sangat cantik" kala ini, tetapi juga karena ingin merasakan update aplikasi yang relatif lebih cepat khususnya bagi para developer yang merilis dalam bentuk "source" sampai membuat skrip kompilasi sendiri.

Disamping berbagai kelebihan yang didapatkan, ada satu titik lemah yang tidak bisa saya pungkiri, yaitu "waktu" kompilasi (saya menghabiskan hampir 10 jam untuk mengkompilasi Paket lengkap Openoffice , dan lebih lama lagi untuk versi sebelumnya sewaktu belum saya optimasi). Untuk itu banyak sekali tips yang dapat digunakan untuk mempercepat proses kompilasi dengan cara mengoptimasi mesin/compiler/environtment yang kita miliki.

Berikut adalah dua buah tips yang saya anggap kritikal untuk dilakukan

1. CFLAGS
CFLAGS adalah C compiler flags, umumnya merupakan opsi dari GCC (GNU Compiler Collection). CFLAGS digunakan untuk mengkustomisasi dan mengoptimasi aplikasi dari source. CFLAGS umumnya digunakan untuk mendefinisikan arsitektur dari komputer/mesin yang dimiliki, semisal CPU yang digunakan and opsi spesial lainnya. Daftar CFLAGS untuk Gentoo GNU/Linux telah dibuatkan di Safe CFLAGs Guide. (saat ini situs gentoo-wiki sedang tidak aktif, anda dapat mengakses cache-nya di google). Untuk komputer saya (Lenovo R60) yang berprocessor Intel Core Duo (silahkan anda sesuaikan dengan arsitektur anda), maka cukup mengubah CFLAGS di /etc/make.conf menjadi
CHOST="i686-pc-linux-gnu"
CFLAGS="-march=prescott -O2 -pipe -fomit-frame-pointer"
CXXFLAGS="${CFLAGS}"
2. CCACHE
CCACHE adalah cache yang digunakan oleh kompiler, efeknya akan meningkatkan kecepatan kompilasi 5-10 kali lebih cepat pada saat kompilasi berikutnya, CCAHE akan melakukan caching kompilasi sebelumnya dan mendeteksi apabila jenis kompilasi yang sama dilakukan lagi (dan ini sangat sering terjadi pada penginstallan aplikasi di Gentoo).

Proses installasi
# emerge --version
Portage 2.2_rc12 (default/linux/x86/2008.0/desktop, gcc-4.3.2, glibc-2.8_p20080602-r0, 2.6.25-gentoo-r5 i686)
# emerge -av dev-util/ccache
# emerge --info | grep CHOST
CHOST="i686-pc-linux-gnu"
# ccache-config --install-links i686-pc-linux-gnu

tambahkan ke /etc/make.conf untuk konfigurasi
FEATURES="ccache"
CCACHE_DIR="/var/tmp/ccache"
CCACHE_SIZE="976.6M"
Selanjutnya tinggal memeriksa apakah cache anda berjalan dengan perintah "ccache -s".

Selamat mencoba, enjoy(tm) :)

Monday, September 24, 2007

Gentoo: bring back the fun at linux

3 comments
Sudah hampir kurnag lebih 1 minggu gw menggunakan Gentoo di laptop Thinkpad R50e "venom" yang merupakan properti kantor (untungnya bebas di oprak-oprek), sebelum ini gw sudah pernah mendual-boot ms.win dengan Ubuntu, backtrack dan terakhir Gentoo. Kedua Distro sebelumnya tidak memberikan kesulitan yang berarti, kemampuan mereka mengenali hardware sudah tidak di ragukan lagi. Mengapa gw tidak menginstall ubuntu (semoga tidak kontroversi) sebagai OS; adalah 1. karena gw sudah memiliki ubuntu feisty (upgrade from edgy) di "tarantula"; 2. gw sudah terlalu familiar dengan os ini (sudah hampir 2 tahun lebih), dan karena "user friendly"-nya terkadang membuat gw menjadi "penikmat" OS ini; 3. gw perlu belajar :) (Sebenarnya gw ingin menginstall *bsd di laptop ini tetapi karena satu dan lain hal gw putuskan menginstall Gentoo, bagaimanapun gw merasakan sedikit sentuhan BSD porting mode yang katanya mirip "portage" pada Gentoo)

BackTrack, salah satu distro livecd/install yang mengkhususkan sebagai Penetration Testing Disto, dan backtrack pun telah membuktikan eksistensinya. Dengan alasan memudahkan gw dalam melakukan riset menggunakan tools-tools yang umum dan gw butuhkan dan sudah terdapat didalam distro ini (disamping mendownload secar terpisah) maka gw putuskan untuk menginstall backtrack ke hardisk (sebelumnya gw jalankan via vmware dan menemui sedikit kesulitan, terutama urusan wifi interface). Banyak keuntungan yang bisa di peroleh dengan melakukan hal ini, terutama bagi teman-teman yang senang berurusan dengan "computer hacking dan security", karena dapat mempersingkat waktu terutama dalam mengumpulkan/menginstall dan memastikan aplikasi tersebut berfungsi apabila kita menginstallnya sendiri. Salah satu hal yang membuat gw merasa sedikit dibatasi, karena kustomisasi yang di lakukan oleh pembuat backtrack malah terkadang mengekang, dan menghambat proses eksplorasi. Sehingga backtrack-pun tidak berlangsung lama menjadi salah satu OS yang gw gunakan.


Sebenarnya gw sudah berkenalan dengan gentoo sejak 2004, kala itu perjalanan ber-organisasi (ISIC) membuat gw menemui beberapa teman di universitas negeri riau(UNRI) (alow yudhax (postgre), anton, balai_melayu, wisnu, dkk) , Saat itu gw masih pengguna setia keluarga Redhat (Fedora Core) dan sempat sedikit diberi penjelasan bahkan di berikan 1 buah cd kopian distro gentoo yang akhirnya gw bawa kembali Jakarta, tetapi sayangnya ke-fanatik-an gw dengan fedora membuat gw tidak sempat bereksplorasi lebih jauh dengan gentoo, disamping keterbatasan koneksi internet yang gw miliki.

Balik ke 5 hari yang lalu, saat gw pertama kali menginstall gentoo di laptop gw tersebut. Pada proses instalasi gw menemukan kembali GNU/linux yang hilang, dimana pada proses instalasi gw sudah melakukan kompile kernel secara manual (jika mau anda bisa menggunakan kernel yang sudah digunakan saat menggunakan live-cd), lalu pemilihan paket yang di install dsb.

Istilah "GNU/linux yang hilang", mungkin terkesan sulit dimengerti bagi sebagian/banyak orang yang mengenal GNU/linux saat ini, tetapi apabila anda merupakan pengguna GNU/linux pada awal-awal GNU/linux berkembang, dimana Xwindows adalah suatu hal yang "wah", dimana konsole adalah jendela indah yang selalu menemani anda, maka anda akan mengerti yang gw maksud. Gw bukanlah termasuk pengguna GNU/linux di awal-awal GNU/linux diciptakan, tetapi gw masih sempat menikmati GNU/linux yang "geeky", disaat dimana gw harus menikmati "kebodohan" gw sampai akhirnya menemukan cara dan pembelajaran yang tepat, yang mungkin berbeda dari cara yang ditemukan siapapun.

Dan seiring waktu berjalan, semakin lama gw merasa GNU/linux yang gw gunakan semakin mirip sistem operasi propietary (Sebut saja si MS), baik graphical user interface-nya yang memaksa spesifikasi komputer yang tinggi, "kerakusan penggunaan memori"-nya, aplikasi yang tidak di(gw) butuhkan di install secara default (sebut saja compiz), bahkan hampir-hampir "motif bisnis" yang terselip dibaliknya. Kembali ke pertama kali gw tertarik dengan GNU/linux (mungkin ini juga yang memotivasi sebagian kita), karena GNU/linux itu "kewl", sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan "text-base", GNU/linux ringan dan mesin "terjelek"-pun bisa menjalankan GNU/linux, GNU/linux mengajarkan sesuatu yang baru dan kompatibilitas adalah suatu proses yang juga dapat kita pelajari (dengan mendeteksi hardware, menginstall driver, melakukan probing module, atau mengkonfigurasikan kernel misalnya) dan memungkinkan kita terlibat didalamnya.

Tidak ada yang salah dengan semakin "user-friendly"-nya GNU/linux kala ini, tetapi gw hanya merindukan masa-masa dimana gw merasa bahagia saat device wireless gw sukses dikenali setelah gw sukses memilih driver yang pas, mendaftarkannya dan membuatnya di eksekusi saat kernel di load. Jadi bagi yang rindu dengan kesenangan dibalik GNU/linux, silahkan untuk mencoba Gentoo :), terbukti kurnag lebih 1 minggu ini gw belajar terus ampe modar, n sepertinya makin bego aja :) .. hahaha ....


Friday, April 04, 2008

Gentoo 2008.0_beta1 unleashed

0 comments
Donnie Berkholz, Posted about 2008.0_beta1 unleashed on April 1, 2008 at gentoo homesite (gentoo.org)
When we said "soon," even we didn't realize how soon it would be. 2008.0_beta1 is here. Your support and enthusiasm are greatly appreciated—thank you.

You can help make 2008.0 amazing! Test out this beta and report any functionality issues you encounter. Since this is the first beta, we're looking only for bugs in functionality, not bugs in appearance such as desktop backgrounds or other artwork. We expect to release a second beta once your testing has helped us fix problems with this first beta.

A migration to RPM was carefully considered again for this release, but in the end we decided to wait for the few remaining RPM-using distributions to migrate to the superior packaging format of ebuilds.

Download this Gentoo beta1:

Gentoo 2008.0_beta1 Minimal CD/InstallCD
(up to 130 megabytes depending on arch)
alpha | amd64 | hppa | ia64 | ppc64 | sparc64 | x86

Gentoo 2008.0_beta1 Universal install CD
(up to 600 megabytes depending on arch)
ppc64 | sparc64

Gentoo 2008.0_beta1 LiveCD
(up to 700 megabytes depending on arch)
i686 | amd64 | ppc64 (32-ul)

Gentoo 2008.0_beta1 LiveDVD
i686 (3.8G) | amd64 (1.6G)

Thats why, when i do some sync (emerg --sync), and check the update package (emerge -pv world) then i found out that i have to download almost 850 MB of new package (ive already updated openoffice, n some important tools for me (such as truecrypt, nmap, madwifi, wireshark and else)), and now the update process are still on progress ... pyuhh



so, go get gentoo new version ! m000...


Saturday, December 20, 2008

Gentoo: Xorg bug, keyboard dan mouse tidak berfungsi saat login & vmware bug

5 comments
Setelah kegiatan idsecconf2008 selesai, akhirnya gw bisa melakukan upgrade paket (karena setelah melakukan upgrade, berarti mesin gw masuk ke state arch lagi, not stable :p) , seusai updet dan saat menyalakan kembali dan masuk ke halaman login gnome maka hampir seluruh "key" pada keyboard dan mouse akan menjadi tidak berfungsi. Sebenarnya bug ini tidak terlalu kritikal, tetapi yang menarik adalah proses pencarian gw untuk me-resolve-nya dengan cara mencari paket yang ber-bug tsb, baik secara manual maupun "googling" dan berkunjung ke http://bugs.gentoo.org.

Pencarian manual adalah dengan mengasumsikan bug tersebut berdasarkan tingkah laku, suspect gw adalah gnome, gdm, x11-input-keyboard, x11-input-mouse, x11-input-evdev, gnome-settings-daemon, dan synaptics, (pokoknya salah satu dari mereka ini: asusmsi gw kala itu) selanjutnya adalah tinggal mencek tanggal ebuild terbaru (kalo bener tanggalnya baru (minimal setelah idsecconf) maka kemungkinan benar), kemudian di downgrade, ternyata cara ini tidak berlaku. Kesalahan suspect juga berujung kesalahan dalam menjadikan keyword untuk googling dan searching di situs bugs gentoo. Sampai beberapa hari gw harus mengalami hal ini, dengan workaround merestart XDM (gdm) setelah masuk halaman login (tekan alt + f1, login dari console, /etc/init.d/xdm restart).

Sampai akhirnya gw menemukan juga paket yang mengakibatkan hal ini terjadi, yaitu xorg-server, tanggalnya menunjukkan waktu yang tepat dengan waktu pertama kali gejala ini muncul (17 desember 2008), biasanya gw selalu membuat temporary file saat mengupgrade berisi list file yang di upgrade, untuk memudahkan kalo terjadi beginian: "emerge -upv world > temp-pack.txt", eh kali ini gw lupa :(

Setelah itu langsung saja meluncur ke bugs.gentoo.org dan menemukan laporan guide untuk mengupgrade xorg-server-1.5.3, ada 3 cara yang di sarankan remi untuk mengatasi hal ini:
1) membangun ulang xorg-server dengan flags USE=-hal
2) menambahkan pilihan AutoAddDevices/AutoEnableDevices/AllowEmptyInput di xorg.conf
3) menghilangkan seluruh pilihan input (input sections) dari xorg.conf dan menyeting ulang HAL

Gw memilih cara nomer 2, yang juga diusulkan pada saat thread ini dibuat.tambahkan
Section "ServerFlags"
Option "AllowEmptyInput" "false"
EndSection
voila, sekarnag semuanya berjalan sempurna.

1 buah bug lagi yang belum resolve adalah terkait dengan vmware, bug ini cukup kompleks terutama bagi yang telah melakukan upgrade kernel >2.6.25-gentoo-r5 termasuk gw :P (tetapi untungnya itu versi kernel 2.6.25-gentoo-r5 milik gw belun gw libas). Permasalahnnya adalah vmware-server 1.0.8.126538 hanya bisa bekerja dengan vmware-modules-1.0.0.15-r1 (terlihat dari dependensi di vmware-server ebuild, karena memang modules yang bisa bekerja di vmware server 1.0.8 adalah versi 1.0.0.15-r1 kebawah), sedangkan vmware-modules-1.0.0.15-r1 ini tidak bisa di bangun/kompilasi (rebuild) dengan kernel > 2.6.25-gentoo-r5, nah lo!

Ada selentingan bahwa modulesnya (vmmon, vmnet, vmblock) akan di include-kan pada rilis kernel terbaru tanpa harus mengkompilasi-nya (ow indahnya), ya kita lihat saja nanti :). Happy trouble shoot

Sunday, September 16, 2007

From SFD event at BL to Gentoo

7 comments
Kemarin gw sempat menyaksikan acara Software Freedom days di budi luhur (walau datang terlambat) ditemani Dedek, kesan gw buat acara ini adalah acara yang keren, rame, aktif, dan bersemangat :) .Kebetulan kemarin adalah hari terakhir dari Rangkaian acara yang di langsungkan selama 3 hari. Di hari terakhir itu juga Echo.or.id yang dalam hal ini di wakili oleh kang Hero dan Berly menyampaikan 2 buah materi seputar firewalling, IDS dan honeypot, di sesi terakhir juga di "demokan" live penetration testing atas permintaan panitia terhadap situs bl.ac.id yang berujung sedikit pro dan kontra.

Sebagai informasi, sebelum di lakukan "live pen test" yang di minta oleh panitia tersebut, kami, pihak echo bahkan telah mendapatkan surat ijin resmi dari pihak terkait (pihak universitas), sehingga kami berani untuk melakukan "live pen-test" yang sukses di demokan oleh Hero dan az001. Ternyata berposisi sebagai penonton yang merangkap sebagai ASROT (asisten sorot di sesi terakhir, karena menggunakan laptop gw untuk pemutaran demo movie "HONEYPOT" ) memberikan sedikit banyak pandangan berbeda dibanding saat tampil di depan, sepertinya harus sering sering duduk "menonton" :).

Apa yang gw dapatkan di acara tersebut?, ialah salah satu distro dengan codename "Gentoo" yang akhirnya sekarang gw pake untuk "Venom" (ibm thinkpad). Sebenarnya ini bukan perkenalan pertama gw dengan Gentoo, akhir 2004 gw pernah di kasih 1 buah cd gentoo oleh seorang teman sewaktu berkunjung ke riau (hi anton, UNRI) tetapi belumlah secara optimal gw gunakan, nah setelah keinginan yang cukup lama untuk mencoba, dan kebetulan ada acara ini maka gw putuskan untuk mengkopi distro ini dari anak-anak KSL-UBL, dan untungnya si Rizky sempet-sempetnya donlodin itu distro saat acara, thx dude (dut ?? :P).

Hari ini, akhirnya gw bisa menyempatkan diri menginstall Gentoo di venom, dan kesan pertama yang gw dapatkan adalah gentoo Cepat dan "Geeky", Dan inilah servis yang pertama kali gw restart :P (setalah menemukan letak file konfigurasi dan nama servis terlebih dahulu :p)

localhost conf.d # /etc/init.d/net.eth0 restart
* Stopping eth0
* Bringing down eth0
* Shutting down eth0 ... [ ok ]
* Starting eth0
* Bringing up eth0
* 192.168.1.99 [ ok ]


Lucunya, gw seperti menemukan kembali "linux" (yang semakin menghilang) di dalam gentoo :) (sedari proses instalasi), katro dah gw, gpp deh.. mohon bimbingannya teman-teman semua :)

#emerge research-time

enjoy(tm)

Wednesday, February 20, 2008

Gentoo, Nessus 3.0.6 and .ebuild

0 comments


I never try nessus on gentoo (last time i check :P, im using it under ubuntu), i just emerge it before and never run it. Yesterday, when i was trying to run nessus, ive found that it suck all my CPU, the process are so slow even my cursor are in slow motion :D, even for loging in my nessus-client to the localhost nessus server. The unbelieveable part was the "top" output from my gentoo, it suck my CPU 101%, wtf..




so i check the nessus version that im running, im still running nessus version 2.2.6, which is reported still has a bug on it not only in memory handling but it cant be use to scan et all (blah...) , so i decide to remove it (unmerge) and then install the fancy "nessus-client" version 1.0.2 and nessus-bin version 3.0.5 (as its listed on emerge --search). FYI, Gentoo using suse package (sad, they dont make it for gentoo, hell yeah.. who cares :P) then converted it using the rpm, but the problem is when i try to emerge nessus-bin, the nessus already updated to newer version, which is 3.0.6 and the ebuild are for nessus version 3.0.5, with a little effort i figure out how to make this new version works on your gentoo. follow this step to hack the ebuild files and successfuly install the nessus

1. grab a copy of newer nessus, im using suse version > Nessus-3.0.6-suse10.0.i586.rpm
and put it on /usr/portage/distfiles

2. i need to make a symbolic link some library, because it still using the lower version (mine is newer), u can pass this step if your libssl and libcrypto already 0.9.7 version.
sudo ln -s /usr/lib/libssl.so.0.9.8 /usr/lib/libssl.so.0.9.7
sudo ln -s /usr/lib/libcrypto.so.0.9.8 /usr/lib/libcrypto.so.0.9.7


3. edit your nessus-bin ebuild at /usr/portage/net-analyzer/nessus-bin
change the ebuild name from nessus-bin-3.0.5.ebuild to nessus-bin-3.0.6.ebuild
and tweak some part of the header, also the Manifest files (modify the signature)

for an easy way , ive already created the ebuild for nessus-bin version 3.0.6 , you all can grab it here. extract and copy all the folder under directory /usr/portage/net-analyzer/

4. Final step, just do the magic command "emerge nessus-bin" and you will get a nessus-bin 3.0.6



thats all folk, enjoy your nessus! Be Safe :)

Monday, September 22, 2008

Gentoo: Two Bug for this week

0 comments
One of Gentoo advantages is by regularly syncing the portage tree, Gentoo users are able to use the most up to date packages available, rather than remaining fixed at a particular release date. This typically results in newer versions of software being available within the package manager than are available for other Linux distributions at any given time, particularly those which are fixed at a particular release (albeit with security updates). This is also a drawback; when updating a Gentoo system, no guarantees are made on the backwards-compatibility of any package updates, whereas distributions which only make a limited release set of packages available are able to better maintain compatibility within each release. - source: wikipedia.org

And this is the Two Bug that i found and solved within last weekend,

1.GCC installs .la files containing broken paths
I hate to admit it, but this bug has a (very) long journey, the age of this reported bug is almost about two years, and only one working patch are produced (altough symlinks wont kill the cat), and i dont know why nobody is maintaining the bug or at least put this patch into portage tree. Yet, this bug isnt so critical but very annoying when you run the "revdep-rebuild", yes, we need to recompile GCC again, and just imagine if you have more than one GCC installed on your machine (well, i do have 3). Here are (my) the preview..
venom ~ # revdep-rebuild
* Configuring search environment for revdep-rebuild

* Checking reverse dependencies
* Packages containing binaries and libraries broken by a package update
* will be emerged.

* Collecting system binaries and libraries
* Generated new 1_files.rr
* Collecting complete LD_LIBRARY_PATH
* Generated new 2_ldpath.rr
* Checking dynamic linking consistency
[ 38% ] * broken /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.1.2/libgcjawt.la (requires /usr/lib/lib-gnu-java-awt-peer-gtk.la)
* broken /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.1.2/libgij.la (requires /usr/lib/libgcj.la)
* broken /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.2.4/libgij.la (requires /usr/lib/libgcj.la)
* broken /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.3.1/libgij.la (requires /usr/lib/libgcj.la)
* broken /usr/lib/gcj-4.2.4/libjvm.la (requires /usr/lib/libgcj.la)
* broken /usr/lib/gcj-4.3.1-9/libjvm.la (requires /usr/lib/libgcj.la)
[ 100% ]
* Generated new 3_broken.rr
* Assigning files to packages
* /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.1.2/libgcjawt.la -> sys-devel/gcc
* /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.1.2/libgij.la -> sys-devel/gcc
* /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.2.4/libgij.la -> sys-devel/gcc
* /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/4.3.1/libgij.la -> sys-devel/gcc
* /usr/lib/gcj-4.2.4/libjvm.la -> sys-devel/gcc
* /usr/lib/gcj-4.3.1-9/libjvm.la -> sys-devel/gcc
* Generated new 4_raw.rr and 4_owners.rr
* Cleaning list of packages to rebuild
* Generated new 4_pkgs.rr
* Assigning packages to ebuilds
* Generated new 4_ebuilds.rr
* Evaluating package order
* Generated new 5_order.rr
* All prepared. Starting rebuild
emerge --oneshot sys-devel/gcc:4.1
sys-devel/gcc:4.2
sys-devel/gcc:4.3
.......^C
Altough Symlinking is a harmless solution, but (yet) it doesnt solve the bug/problem anyway. AFAIK, i`ve already symlinking this when i install GCC 4.2, and after i upgraded it to 4.3, i broke and will meet this problem again.(n.. again?)
ln -s /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/x.x.x/lib-gnu-java-awt-peer-gtk.la lib-gnu-java-awt-peer-gtk.la
ln -s /usr/lib/gcc/i686-pc-linux-gnu/x.x.x/libgcj.la libgcj.la
and here are the patch, if u hate to do symlinking.


2. svgalib fails to build on kernel 2.6.26
This Problem Occurs when im trying to install svgalib (needed by mplayer also vlc) into kernel 2.6.25-26, to resolve this problem, im also using this fedora guys patch, off course we need to tweak it and put it into the svgalib ebuild files, but when its done, it will solve the "revdep-rebuild" process.

This is my short instruction for patching it and adding it into svgalib ebuild file (but, if you arent sure, dont follow this :))

#go to svgalib directory
cd /usr/portage/media-libs/svgalib/files/

#download and get the pacth (for example,file svgalib-1.9.25-kernel-2.6.patch)
#edit the ebuild, and add the bold one (make sure your filename format)into the src_unpack routine


26 src_unpack() {
27 unpack ${A}
28 cd "${S}"
29 epatch "${FILESDIR}"/${PN}-1.9.25-linux2.6.patch
30 epatch "${FILESDIR}"/${PN}-1.9.19-pic.patch #51698
31 epatch "${FILESDIR}"/${PN}-1.9.25-build.patch
32 epatch "${FILESDIR}"/${PN}-1.9.25-kernel-2.6.patch
33 }
34

#re-create the manifest
ebuild svgalib-1.9.25.ebuild manifest

#re-emerge svgalib
emerge svgalib
Ok,The Two Bug are solved. Gentoo always teach me (many) new things, hope this article help.
Enjoy(tm)

images are property of gentoo.org and junauza.com

Saturday, January 17, 2009

Neo Tarantula Bergaya Devil

9 comments
Akhirnya, secara sempurna gw telah selesai juga masukin ruh baru buat Neo Tarantula, Yup, setelah dua hari yang lalu telah ada keputusan bulat untuk meniupkan FreeBSD ke dalam Cakram Hardisknya, maka seharian ini (sabtu), gw sibuk melakukan konfigurasi dan kustomisasi Neo-Tarantula.

Seperti biasanya, karena gw adalah orang yang gampang lupa (sebut saja pelupa), hehehe, makanya gw membuatkan sebuah catatan singkat mengenai pekerjaan gw kali ini (dan lainnya), bagi yang ingin melihat dan (syukur-syukur) mengikutinya silahkan ke sini ,dan mudah-mudahan bisa diupdate terus sejalan bertambahnya umur neo-tarantula.

Catatan tersebut hanya berlaku setelah proses installasi sukses, artinya untuk bagaimana melakukan installasinya sendiri anda bisa merujuk tutorial resmi yang cukup kondusif dari freebsd disini, dan silahkan siap-siap berkutat dengan permasalahan patrisi dan x-server :) (tetapi, jangan terlalu khawatir dengan hal tersebut, karena gw percaya, anda pasti bisa melaluinya :)).

Gw sengaja memilih KDE sebagai desktop environtment hanya karena pengen nyobain superkaramba , boong ding.. hehe :), menggunakan KDE sudah tidak gw rasakan sejak memutuskan ber-Gnome ria sejak 2004 (tepatnya sejak ber-ubuntu setelah meninggalkan keluarga fedora (RH), yang kemudian dilanjutkan ber-gentoo ria), dan rasanya sedikit kangen ber-kde.

Gw mohon maaf apabila bagi sebagian orang, postingan ini sangat amat Basi, tetap mohon di maklumi, karena "suer", ini kali pertama gw install langsung di laptop (bukan vmware, dengan dukungan maksimal Xterm :P).

Tidak ada hal yang begitu spesial, sejak gw merasakan kenyamanan baik dari proses installasi OS sampai proses porting dan installasi aplikasi yang nyaris sama dengan Gentoo (karena memang gentoo-portage lahir setelah Bapaknya gentoo daniel robins merasakan port di freebsd), well jika boleh berpendapat, gw cukup terkesan dengan cara Freebsd menampilkan USE flag (ncurses bow) untuk memudahkan pemilihan oleh user, tetapi gw lebih suka cara gentoo memanage skrip kompilasi dan dependensi dengan "emerge"-nya.

Pokoknya, sekarang waktunya neo-tarantula bergaya Devil dengan portingnya, dan biarkan neo-venom tetap ber-emerge ria dengan gaya pinguin tercepat.

Wednesday, June 11, 2008

Tunning Gentoo; hardcore series

7 comments
Berikut adalah inti dari diskusi gw dengan the_hydra (thx man :P) seharian ini (wekz, ketauan dah kalo kerjanya chatting :P), permasalahan ini gw rasakan sejak gw menggunakan kernel baru dan environtment baru di gentoo gw (2008.0 beta 2 upgradble version). Permasalahannya adalah jeleknya manajemen memori dan kerja prosesor yang gw rasakan dan akhirnya kita troubleshoot bareng, dan karena ini satu-satunya salah satu dari chat gw yang berkualitas maka detilnya bisa di baca disini (di publish atas seijin the-hydra)

Adapun intinya adalah gw memodifikasi parameter kernel gw, dengan menambahkan entry dibawah ini ke /etc/sysctl.conf (penjelasan tiap paramater harap dicari sendiri) dan ingat ini adalah konfigurasi untu komputer lenovo R60 dengan kernel 2.6.25-gentoo-r4 #1 SMP (dan jangan berharap hasil yang sama untuk mesin dengan arsitektur dan kernel versi lain)

vi /etc/sysctl.conf
#im tunning the VM
vm.swappiness = 20
vm.overcommit_memory = 1
vm.laptop_mode = 1


kemudian permasalahan memori selesai (bisa menggunakan "cat /proc/meminfo", "top" atau "free -m" untuk melakukan pemeriksaan), lalu berlanjut kepermasalahan penggunaan prosessor oleh user/process yang berujung kepada limitasi proses untuk user (sepertinya hal ini perlu saya diskusikan di milis resmi gentoo, tapi nanti dah) yang setelah di lihat "unlimited" dibandingkan dengan default set pada debian/ubuntu

untuk gentoo

core file size (blocks, -c) 0
data seg size (kbytes, -d) unlimited
scheduling priority (-e) 0
file size (blocks, -f) unlimited
pending signals (-i) 16237
max locked memory (kbytes, -l) 32
max memory size (kbytes, -m) unlimited
open files (-n) 1024
pipe size (512 bytes, -p) 8
POSIX message queues (bytes, -q) 819200
real-time priority (-r) 0
stack size (kbytes, -s) 8192
cpu time (seconds, -t) unlimited
max user processes (-u) unlimited
virtual memory (kbytes, -v) unlimited
file locks (-x) unlimited


sedang debian/ubuntu

core file size (blocks, -c) 0
data seg size (kbytes, -d) unlimited

scheduling priority (-e) 0

file size (blocks, -f) unlimited

pending signals (-i) 16379

max locked memory (kbytes, -l) 32

max memory size (kbytes, -m) unlimited

open files (-n) 1024

pipe size (512 bytes, -p) 8

POSIX message queues (bytes, -q) 819200

real-time priority (-r) 0

stack size (kbytes, -s) 8192

cpu time (seconds, -t) unlimited

max user processes (-u) 16379

virtual memory (kbytes, -v)
unlimited
file locks (-x) unlimited


sehingga saya harus melakukan setting "echo ulimit -u 16237 > .bashrc" untuk tiap user (Sedikit ada human error saat melakukan ujicoba pada user root yang sudah di limit dengan user biasa dan terlambat untuk disadari).

Selanjutnya checking kernel configuration juga di lakukan serta terakhir melakukan compiling ulang untuk menyalakan PREEMPT (ingat, bukan PREEMPT_VOLUNTARY), kemudian mengkompile ulang, 3 langkah tersebut sudah cukup ampuh (untuk saat ini) menangani kemungkinan DOS akibat user/aplikasi.

ok enjoy(tm) .. sampai jumpa di chat berkualitas lainnya :P

gambar diambil tanpa ijin dari http://images.smithandnoble.com

Tuesday, October 09, 2007

Gentoo series: Burn my brain

4 comments
Sudah hampir 3 tahun gw dah ga kompile-kompile kernel lagi, dan hampir 3 tahun juga tidak mengetikkan #modprobe untuk "ncomblangin" hardware sama kernel, eh kemarin dan seperti hari-hari sebelumnya di minggu ini. Gw kembali merasakan "keindahan" bereksplorasi dengan device. Saking lama n saking begonya gw, kemarin gw bikin kacau kernel gw :), Senang rasanya menemukan permasalahan yang sudah lama tidak gw temui. Hal ini bagi sebagian orang mungkin menjadi sangat tidak menarik, menyulitkan dan men-cap linux tidak user friendly de es be.

Kenapa kernel gw bisa jadi korup, hal ini terjadi saat gw berusaha mengintsall ulang driver wireless gw (dalam hal ini intel PRO/Wireless 2200BG), gw akan melakukan patching terhadap driver tersebut agar bisa di gunakan untuk "inject" paket (aircrack-ng), karena satu dan lain hal gw salah remove module-module yang harus di remove terlebih dahulu (entah kala itu pikiran gw lagi jalan-jalan kemana :P)

Ow yeah, cara mudah yang gw lakukan (setelah berkali-kali kompile kernel tidak berhasil dan salahnya gw karena tidak membackup .config files dan main timpa aja :), gw juga sudah coba genkernel (satu aplikasi/skrip yang membuat kita tidak perlu mengetikkan satu-persatu baris perintah untuk kompile kernel)), dan mungkin bisa menjadi satu cara terbaik (khususnya buat gw) adalah dengan mem-booting ulang laptop (venom) dengan cd installer/live CD , lalu kernel, initramfs, dan system.map gw kopi aja setelah gw mount partisi linux gw, simple kan :P, tapi itu setelah 1 hari lebih baru kepikiran :P. Meskipun akhirnya gw harus kembali meload driver baru seperti ntfs-3g, hsfmodem, fuse, ivman dsb.

Btw, gw tidak belum berhasil menginstall Gentoo di neo-tarantula (Toshiba Satellite L30 1000N) :(, permasalahan pertama saat menggunakan liveCd/installer adalah Xwindow tidak berfungsi a.k.a kartu grapis gw yang di kenali sebagai ati radeon tetapi tidak berhasil di load drivernya membuat Gentoo tidak dapat masuk xwindows, akhirnya cara lama dan hampir sama adalah mengedit /etc/X11/xorg.conf dan merubahnya ke "Vesa", cara termudah dan lebih mungkin berhasil adalah anda bisa menggunakan #xorgcfg dan save file konfigurasinya, lalu masuklah ke Xwindows. Semua lancar sampai disini dan ingat installer ada di home user Gentoo (jadi jangan cari-cari di Desktopnya root :P)

Proses installasi berjalan lancar dan yang terjadi dan sudah gw duga adalah permasalahan Xwindow, maka gw copy saja file konfigurasi liveCd tersebut dengan harapan akan berlaku sama. Dan tetap saja bermasalah meskipun tanpa Xwindow (gw bahkan sempat mengkopi kernel dari liveCD di samping melakukan kompilasi sendiri saat instalasi), dokumentasi di internet masih belum membantu, dan terpaksa neo-tarantula hanya bersistem operasikan XP home edition & feisty fawn (ubuntu 6.10 upgraded to 7.04), mungkin akan di coba nanti pas liburan untuk melakukan installasi gentoo kembali :), ada yang bisa membantu ? or berdiskusi?

Senang rasanya bisa "mencintai" linux apa-adanya :P.. hahahaha ....

Tuesday, November 25, 2008

Gentoo: Tambah pilihan Gnome-screensaver, install iotop dan nettop

0 comments
Akhirnya sempet juga nambahin pilihan "screensaver" di gentoo gw, setelah gnome-screensaver didaulat sebagai pilihan utama (default) sebagai aplikasi screensaver, maka otomatis pilihan yang disediakan hanya sedikit saja.

Beberapa tahun yang lalu aku masih sering menggunakan Xscreensaver (ber-KDE) yang notabene memiliki banyak sekali pilihan screensaver, salah satunya yang berkesan adalah GLmatrix yang di rilis di 2004, dan bahkan saat screensaver ini berjalan pernah seorang ibu bertanya apakah saya sedang meng-generate sesuatu atau meng-crack sesuatu di komputer saya :) (korban  film kayaknya neh :P)

Akhirnya bertemu sebuah artikel/cara untuk memigrasikan berbagai screensaver dari Xscreensaver ke gnome-screensaver dengan  script yang sudah disediakan oleh gnome-screensaver, meskipun anda tetap bisa melakukannya secara manual :).

Sebelumnya, agar tidak bentrok antara gnome-screensaver dengan Xscreensaver, pastikan anda tambahkan "-gnome" pada saat membuildnya,

#echo "x11-misc/xscreensaver -gnome" >> /etc/portage/package.use
setelah itu silahkan install/re-install (emerge/re-emerge)
#emerge xscreensaver
#emerge  gnome-screensaver
#cd /usr/share/doc/gnome-screensaver-2.24.1/
#mkdir /tmp/sampah
#cp migrate-xscreensaver-config.sh.bz2 xscreensaver-config.xsl.bz2 /tmp/sampah
#cd /tmp/sampah
#bunzip2 *
#chmod +x migrate-xscreensaver-config.sh
#./migrate-xscreensaver-config.sh /usr/share/xscreensaver/config/*.xml
#mv *.desktop /usr/share/applications/screensavers/
#cp /usr/lib/misc/xscreensaver/* /usr/libexec/gnome-screensaver
 Step-step tersebut berlaku untuk gentoo, untuk sistem operasi lain, silahkan cari letak direktori yang mungkin sekali berubah.

Kemarin juga sempat melakukan installasi 2 buah utiliti bagus untuk anda yang suka melakukan benchmarking, atau lebih penasaran dengan sistem anda sendiri, yang pertama adalah iotop, sebuah utility bagus yang dibuat dengan bahasa pemrogan python, dan berfungsi untuk melihat proses I/O dimesin anda.

Utility ini aku ketahui setelah membaca ulasan di blog milik dberkholz yang merupakan salah seorang developer gentoo yang termausk dalam gentoo-council. Untuk dapat melakukan installasi, setidaknya kernel yang anda gunakan lebih dari versi 2.6.20 (mengaktifkan task i/o auditing), jika and abelum mengaktifkan fitur ini maka anda perlu mengkompile kernel anda ulang :), dan juga utility ini membutuhkan Python versi 2.5 untuk dukungan AF_NETLINK sockets.

Utiliy lainnya adalah nettop, Nettop adalah program yang tampilannya kan mirip seperti top, tetapi ini berfungsi untuk menampilkan statistik paket di jaringan (network packets). Untuk menjalankannya, seperti halnya aplikasi jaringan lain, nettop juga membutuhkan libpcap and slang untuk terlebih dahulu di install di komputer. untuk melakukan installasinya cukup dengan melakukan "emerge nettop".

Thats all folk, mudah-mudahan bermanfaat :)
Enjoy(tm)

Thursday, November 13, 2008

Gentoo: Pembuat Patch Kesiangan

3 comments
Akhirnya ada juga kejadian lucu terkait gentoo (biasanya kan selalu serius), tepatnya hari ini sebelum memulai jam kantor, sempet-sempetnya aku mengupgrade gentoo di neo-venom dengan koneksi 3G ala kadarnya.

(emerge --sync ; emerge -uf world; emerge upv world),

di saat proses kompilasi wine terbaru (wine-1.1.8) gagal, dan menampilkan pesan error seperti berikut:


parser.y:320: error: expected ';' before '}' token
make[2]: *** [parser.tab.o] Error 1
make[2]: Leaving directory
`/var/tmp/portage/app-emulation/wine-1.1.8/work/wine-1.1.8/dlls/jscript'
make[1]: *** [jscript] Error 2
make[1]: Leaving directory
`/var/tmp/portage/app-emulation/wine-1.1.8/work/wine-1.1.8/dlls'
make: *** [dlls] Error 2
*
* ERROR: app-emulation/wine-1.1.8 failed.

maka dengan bergegas  aku segera membuat patch-nya, toh ini cuma keteledoran programmer saja (kurang ";" pada skrip) serta tidak memakan waktu untuk membuatkan patchnya (kecuali menunggu proses kompilasi wine yang memakan waktu relatif lama, untuk konfirmasi pacth), setelah terbukti bekerja maka dengan semangat 45, serta tanpa menghiraukan jam kerja yang sudah tiba (diatas jam 9 WIB), aku kemudian memposting bug berklasifikasi rendah ini beserta patch-nya ke bugs.gentoo.org disertai keyakinan bahwa belum ada yang memposting bug ini (hasil searching wine-1.1.8).

Alhasil beberapa menit berselang, sebuah email masuk dari bugzilla-daemon yang memberitakan bahwa bug yang aku laporkan itu duplicate bug , yang artinya bug ini telah dilaporkan terlebih dahulu oleh individu lainnya bebarapa saat/hari sebelumnya. Hal ini akan relatif sering terjadi dengan metoda "portage" pada gentoo serta kebebasan bereksplorasi dengan skrip dan pemaketan, akan membuat bug lebih cepat di temukan dan diperbaiki.

Dan jadilah hari ini aku sebagai sang "Pembuat patch kesiangan". :lol:

Thursday, January 10, 2008

My Gentoo trouble shoot log files

0 comments
Today, ive upload my "not-precious" log files (which i promise in my other post), this log stay with me in order to remind me and my "old" brain about the configuration that ive made with gentoo and my neo-venom (ibm thinkpad lenovo R60) till everthings i need is working.

Some of this log files entry also a summary from "google search" result, but not everything that u`ve found at google always works, Tweak should apply.The language also scramble between English and Indonesia, well i admit it still a big mess on it :)

For gentoo users, u should go to http://gentoo-wiki.com.
And For u out there and need my log, take it here, ill update it regurarly (Hope so)

Cheers.

Friday, July 17, 2009

Bug lucu pada ebuild ruby-gnomecanvas2

3 comments
Sebenarnya ini termasuk bug lucu, cuma karena versi paket yang dibutuhkan itu sebenarnya belum tersedia di portage tree, ntah para developer ruby yang mungkin kurang kordinasi atau komunikasi saat merilis paket terbaru, jadinya salah satu ebuild main tunjuk aja ke paket yang belum ada di portage tree.

Bug ini gw temui hari ini dan juga saat gw periksa ternyata sudah di daftarkan di bugs.gentoo.org (gw emang selalu telat kalo mo daftarin bug :P) dengan nomer bug 278061 pada hari ini dan belum ada respon dari pengembang ruby-gnomecanvas2.


Hal ini gw temui saat akan seperti biasa gw mengupdate "world" di neo-venom gw yang ber-OS gentoo,
venom ~ # emerge -upv world

These are the packages that would be merged, in order:

Calculating dependencies... done!

emerge: there are no ebuilds to satisfy ">=dev-ruby/ruby-libart2-0.19.0".
(dependency required by "dev-ruby/ruby-gnomecanvas2-0.19.0" [ebuild])
(dependency required by "dev-ruby/ruby-gnome2-0.19.0" [ebuild])
(dependency required by "dev-ruby/ruby-libglade2-0.19.0" [ebuild])
(dependency required by "world" [argument])


* IMPORTANT: 1 news items need reading for repository 'gentoo'.
* Use eselect news to read news items.
Yup, sedikit kaget juga dengan error seperti ini, karena lucu sahaja, akhirnya gw coba cek itu versi libart2 gw, sapa tau ga up-to-date.
venom ruby-gnomecanvas2 # emerge --search libart2
Searching...
[ Results for search key : libart2 ]
[ Applications found : 1 ]

* dev-ruby/ruby-libart2
Latest version available: 0.16.0
Latest version installed: 0.16.0
Size of files: 1,180 kB
Homepage: http://ruby-gnome2.sourceforge.jp/
Description: Ruby Libart2 bindings
License: Ruby
gak ada yang salah ,versi yang terinstall == versi yang tersedia, akhirnya gw cek aja langsung ebuild dari paket yang komplain, e.g ruby-gnomecanvas2-0.19.0
---- ruby-gnomecanvas2-0.19.0.ebuild ---

RDEPEND="${RDEPEND}
>=gnome-base/libgnomecanvas-2.2
>=dev-ruby/ruby-gtk2-${PV}
>=dev-ruby/ruby-libart2-${PV}"

----
Ya, betul, terdapat dependensi ke libart2(-0.19.0), akhirnya gw search ke bugs.gentoo.org dan menemukan submit untuk bug tersebut, dan jadilah gw memutuskan untuk me"masking" dahulu upgrade ruby-gnomecanvas2 dkk yang terlibat skandal rikues paket yang belum ada :lol:, dibandingkan gw melakukan patch ebuildnya, karena toh apabila beneran tuh paket di rilis, gw tinggal buka maskingnya ..
venom ruby-gnomecanvas2 # cat /etc/portage/package.mask
#paket dodol yang ngerikues paket tuk libart2-0.19.0
>=dev-ruby/ruby-libglade2-0.19.0
>=dev-ruby/ruby-gnome2-0.19.0
>=dev-ruby/ruby-gnomecanvas2-0.19.0
dan jadilah gw ngupdate "world" gw... funny bug f0r t0dayz ..anyway

Thursday, May 28, 2009

Sinkronisasi itouch di Gentoo, Rhythmbox dan GTKpod

0 comments
Mungkin sudah agak lama keinginan gw untuk dapat mensikronisasikan ex1a gw dengan neo-venom gw, terutama untuk urusan maintain lagu, sekaligus maintain photos dsb, untuk urusan kalender dan email langsung gw serahkan ke aplikasi resmi dari ipod touch sendiri untuk berhubungan dengan gmail :).

Berikut adalah kurang lebih cara untuk melakukannya, Langkah pertama dan harus dilakukan adalah melakukan Jailbreak terhadap itouch/iphone milik anda terlebih dahulu, karena jika tidak, gw mohon ga usah diteruskan membaca ini :), Kemudian, di itouch/iphone anda perlu untuk di install applikasi sbb:

- BSD Subsystem
- OpenSSH
- mobile terminal

Selanjutnya, pastikan bahwa kernel di komputer yang dimiliki mendukung FUSE, silahkan periksa file konfigurasi kernel anda,

cat /usr/src/linux/.config | grep CONFIG_FUSE
CONFIG_FUSE_FS=y

Apabila belum?, silahkan kompile ulang kernel anda, dan pastikan fuse terinstall dan di load oleh kernel. Selanjutnya anda harus melakukan instalasi sshfs-fuse, yaitu Fuse-filesystem yang memanfaatkan layanan SFTP/SSH services (layanan ini sangat bermanfaat buat pengguna sftp/scp),

emerge sshfs-fuse

Kemudian, konfigurasikan ssh dengan dukungan tanpa password, anda dapat memanfaatkan dukungan otentikasi RSA. Lalu, anda bisa secara manual melakukan mounting dan unmounting, serta mengkonfigurasikan secara manual folder hasil mount anda yang akan dibutuhkan oleh aplikasi rhytmbox/gtkpod untuk dapat melakukan mounting itouch/iphone anda nantinya,
mounting manual dapat dilakukan dengan perintah
ammar@lenovo9 / $sshfs root@ipod:/var/root/Media /media/ipod

dan unmounting dengan
ammar@lenovo9 / $fusermount -u /media/ipod

Atau anda dapat menggunakan script dari ipod-convenience, tetapi dengan catatan anda merubah terlebih dahulu scriptnya, karena anda akan mendapatkan error "Please add yourself to the fuse group, logout/in and try again.", hal ini disebabkan pada Gentoo (tidak tau pada versi unix/linux lainnya) tidaklah dialokasikan specific user/group untuk fuse (apabila anda melakukan instalasi via portage, lain cerita jika anda mengkompilasi sendiri), sehingga anda perlu memodifikasi script tersebut agar tidak melakukan pemeriksaan saat di eksekusi.

Remark/Delete baris ke 44 sampai 48 pada file/script "ipod-touch-mount & ipod-touch-umount" yang berisi "perintah memeriksa user di grup FUSE" yang tidak berlaku pada Gentoo, menjadi

#Make sure we are in the fuse group
#if ! groups | grep fuse 2>&1 > /dev/null; then
# echo "Please add yourself to the fuse group, logout/in and try again."
# exit 4
#fi

Selanjutnya, anda cuma perlu mengkonfigurasikan file "ipod-convenience (ikuti readme)" dan untuk memudahkan proses mounting anda dapat membuatkan alias untuk device anda (device ex1a gw diberi alias ipod)
ammar@lenovo9 / $ cat /etc/default/ipod-convenience
# iPod Convenience Settings

#This is the area that you will be using
#To mount your iPod or iPhone at
MOUNTPOINT=/media/ipod

#This is the ip address that your iPod or
#iPhone has on your network. It is highly
#recommended that you use DNS or a static
#address
IPADDRESS=ipod

ammar@lenovo9 / $ cat /etc/hosts | grep ipod
192.168.16.113 ipod
ammar@lenovo9 / $

Aplikasi di gentoo yang gw gunakan untuk melakukan manajemen ipod gw adalah RhythmBox dan GTKpod. Adapun untuk aplikasi gtkpod sendiri anda disarankan untuk menggunakan versi gtkpod 0.99.12 atau yang terbaru (gw menggunakan versi 0.99.14), dengan libgpod versi 0.7.2.

Selanjutnya silahkan melakukan add ipod repository di gtkpod anda, dan open folder di Rhythmbox (apabila tidak muncul secara otomatis). Sedikit tips apabila terjadi kegagalan karena DBversion bisa dilihat di sini, meskipun tidak gw temui dan gw berhasil tanpa merubah/menurunkan DBversion di ex1a gw. Beberapa bacaan bagus bisa di lihat disini dan disana.

Oke, selamat menikmati sinkronisasi itouch/iphone anda di GNU/linux dan semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat.

Tuesday, December 23, 2008

Gentoo: Installing vmware-server 2.0

4 comments
Akhirnya, setelah lelah dengan 2 bug vmware-server 1.x yang belum ada pemecahannya, baik dari gw sendiri maupun dari hasil googling, kedua bug itu adalah 1) mapping keyboard yang ngaco setelah kita berinteraksi (fullscreen) dengan guest OS (pernah gw singgung di acara idsecconf2008), meskipun seorang teman telah mengklaim mer-resolve bug ini, tetapi gw sendiri tidak bisa memvalidasinya sejak gw mengupgrade kernel ke versi 2.6.27 (saat ini r7), bug ke 2) vmware-modules 1.0.0.15-r1 yang di butuhkan oleh vmware-server 1.0.8.126538 gagal di "build" sempurna di versi kernel > 2.6.25-r5, meskipun gw telah mencoba beberapa cara, dengan menggunakan modules patch yang disarankan.

Kemarin, karena gw males memperbaiki kernel 2.6.25 gw yang telah terobrak-abrik, diantaranya mengakibatkan sound gw jadi amburadul, khususnya apabila audiacious di pause/stop maka sound-nya akan sangat mengganggu, maka gw memutuskan untuk mencoba vmware server versi 2 yang belum di rilis resmi pada portage tree gentoo di kernel 2.6.27-r7 gw.

Berikut adalah cara gw melakukan installasi vmware-server 2 di gentoo linux, yang kemungkinan akan lebih mudah di distribusi lainnya, untuk installasi kali ini gw memilih untuk menggunakan source yang gw unduh dari vmware.com (sekaligus untuk mendapatkan nomer registrasi) dibandingkan dengan mengunakan layout yang dibuat beberapa teman dikomunitas.

Untuk langkah langkah installasi bisa mengikuti petunjuk yang di buat oleh takahisa, (pastikan anda sudah meng-unmerge vmware-server yang pernah terinstall, serta membersihkan sisa-sisa modules di kernel anda) hal yang paling menjengkelkan adalah saat diminta mendefinisikan letak rc0.d/ sampai rc6.d/

What is the directory that contains the init directories (rc0.d/ to rc6.d/)?
bagi yang sudah pernah menginstall vmware-server sebelumnya (via emerge vmware-server) maka dapat mengarahkannya ke /etc/vmware/init.d/, lanjutkan installasi mengikuti petunjuk tersebut diatas, kemungkinan terdapat sedikit perbedaan, tetapi anda akan bisa melaluinya dengan mudah (ow really) :P

Satu hal yang perlu diingat adalah untuk memasukkan key yang di dapat (via email saat anda registrasi) saat proses instalasi, selanjutnya diujung proses instalasi dan konfigurasi Virtual machine daemon, VMware Virtual Infrastructure Web Access, vmci, vmmon akan menyala, dan sebagaimana kita semua ketahui, di versi kedua ini vmware-server menggunakan basis web untuk user interface (adminsitrasi dan manajemen, bahkan remote-console guest os dilakukan under web). Silahkan menuju http://127.0.0.1:8222 untuk melakukan manajemen secara lokal (gw gak panjang lebar bahas hal ini, silahkan baca sendiri :P)

Error pertama yang gw temui adalah masalah komplain vmware terhadap /dev/rtc yang tidak di temui, padahal kernel yang gw miliki sudah mendukung, untuk mengatasinya cukup buatkan symbolic link secara otomatis di /etc/udev/rules.d/60-symlinks.rules
KERNEL=="rtc*", SYMLINK+="rtc" 
Setelah melakukan hal tersebut maka vmware tidak akan komplain mengenai resolution timer device (RTC), Error kedua yang gw temui adalah saat akan menjalankan VMware remote-console plugins (sebelumnya anda harus menginstall add-ons untuk firefox yang disediakan oleh vmware) yang ternyata tidak berfungsi baik dengan firefox, untuk memperbaikinya, anda harus menjalankan firefox dengan dukungan VMWARE_GTK
$VMWARE_USE_SHIPPED_GTK=yes firefox

atau, langsung menambahkannya ke launcher firefox di /usr/bin/firefox
venom ~ # cat /usr/bin/firefox
#!/bin/sh
export LD_LIBRARY_PATH="/usr/lib/mozilla-firefox"
export VMWARE_USE_SHIPPED_GTK=yes
exec "/usr/lib/mozilla-firefox"/firefox "$@"
dan ingat letaknya sebelum eksekusi firefox.

Selanjutnya selamat menikmati Vmware-server 2.0 anda di Gentoo, jangan lupa upgrade versi Virtual Machine hardware anda, serta install VMware tools agar fungsi mouse, grafis dsbnya berfungsi dengan baik. Enjoy(tm)

Friday, June 20, 2008

Benchmarking Firefox 3 in Gentoo (part2)

0 comments
Like i`ve allready said in my first bechmarking (written in Bahasa) with firefox3 (first day). Owh yes, until today im not going to change my opinion about this version (ask my "top", if you dont believe it :lol:). "Firefox 3.0 are rockz!!" (it runs smoothly, faster and light), and below are my second benchmarking about how is it goin with my firefox3 and my Gentoo lately.



"Mess on Emerge :(", Actually, after upgrading my firefox into version 3.0, ive (i mean my Gentoo) got some problems, but, its not firefox fault/problems. AFAIK, firefox 2 are still needed by the system because many apps depends to it (for example: openoffice, epiphany (epiphany are needed by gnome, so firefox needed by gnome too, somehow)). Well, you can check it using "equery".



So ive found a hard time when doing some emerging after that (two version of firefox in the system are will always being complain), and it will re-write other version when you try to fixes one. So, i do some hard masking for some version (/etc/portage/package.mask) and i remove "mozilla-firefox" from "world" reference (/var/lib/portage/world). Yet, the system not complaining again and i have two firefox (ver 2.0.0.14 for the system, ff 3.0 for my browsing purposes) in my machine, and i`ll figure it how to fix it, next time (unless gnome adapt the new version of firefox). So thats not firefox fault (i think :))



update: Ok, for temporary fix of this problem, u can only add "USE=" -firefox xulrunner" to /etc/make.conf (work)



"Offline Mode?", Here`s the second things, also (IMO) its not a bug or fault made by firefox, in contrary, i think its awesome. Yes, Firefox detect network connection through "gnome network manager", But i hate the way it detect the network connection, altough its a legal/easy way (using gnome legacy) but its not even detect my "ppp" (because gnome dont list it and i dont registered it; As you can see from the images ).



And Our mighty Firefox automatically set the browser (FF3) to working offline and we need to uncheck the working offline options from "File" Tab. So there you are, (gentoo) gnome-network-manager should detect/list all device or firefox could made special engine to do so.



"SSL sites strict mechanism"; As an IT security slaves, i think this feature was the best changes to browser security support. Yes.. firefox find a new way to push a user to check site certificate, it will help user to survive from any kind of SSL MITM attack which fake a server certificate as a way. Some other browser already implement some improvements (block strange certificate, but failed handling the "add exception" feature), but they dont pushes the user to examine the certificate like firefox do with "Add Exception" and pushes the user to enter "Get Certificate" (inqury the certificate slowly and readable) and last, they can confirm the security exception.







You can also found another feature listed at mozilla sites, and hope this "bad-spelling" and "lack of technique" posting are usefull for you all to decide. Pardon for my "bad" english, and yes! im Indonesian :)







Ow yeah, its not an official blog of firefox, or related to it.So, its up to you :)