Seperti biasanya, karena gw adalah orang yang gampang lupa (sebut saja pelupa), hehehe, makanya gw membuatkan sebuah catatan singkat mengenai pekerjaan gw kali ini (dan lainnya), bagi yang ingin melihat dan (syukur-syukur) mengikutinya silahkan ke sini ,dan mudah-mudahan bisa diupdate terus sejalan bertambahnya umur neo-tarantula.
Catatan tersebut hanya berlaku setelah proses installasi sukses, artinya untuk bagaimana melakukan installasinya sendiri anda bisa merujuk tutorial resmi yang cukup kondusif dari freebsd disini, dan silahkan siap-siap berkutat dengan permasalahan patrisi dan x-server :) (tetapi, jangan terlalu khawatir dengan hal tersebut, karena gw percaya, anda pasti bisa melaluinya :)).
Gw sengaja memilih KDE sebagai desktop environtment hanya karena pengen nyobain superkaramba , boong ding.. hehe :), menggunakan KDE sudah tidak gw rasakan sejak memutuskan ber-Gnome ria sejak 2004 (tepatnya sejak ber-ubuntu setelah meninggalkan keluarga fedora (RH), yang kemudian dilanjutkan ber-gentoo ria), dan rasanya sedikit kangen ber-kde.Gw mohon maaf apabila bagi sebagian orang, postingan ini sangat amat Basi, tetap mohon di maklumi, karena "suer", ini kali pertama gw install langsung di laptop (bukan vmware, dengan dukungan maksimal Xterm :P).
Tidak ada hal yang begitu spesial, sejak gw merasakan kenyamanan baik dari proses installasi OS sampai proses porting dan installasi aplikasi yang nyaris sama dengan Gentoo (karena memang gentoo-portage lahir setelah Bapaknya gentoo daniel robins merasakan port di freebsd), well jika boleh berpendapat, gw cukup terkesan dengan cara Freebsd menampilkan USE flag (ncurses bow) untuk memudahkan pemilihan oleh user, tetapi gw lebih suka cara gentoo memanage skrip kompilasi dan dependensi dengan "emerge"-nya.
Pokoknya, sekarang waktunya neo-tarantula bergaya Devil dengan portingnya, dan biarkan neo-venom tetap ber-emerge ria dengan gaya pinguin tercepat.

9 comments: